ZE ( 是 )
Author :
Shimizu Yuki (志水 ゆき)
Publisher
:
Shinshoukan
ISBN :
vol 1 : 4-403-66099-1 (cover : Raizou, Konoe,
Ouka, Waki)
vol 2 : 4-403-66118-1 (cover : Raizou, Kon)
vol 3 : 4-403-66133-5 (cover : Genma, Himi)
vol 4 : 4-403-66154-8 (cover : Genma, Himi)
vol 5 : 4-403-66172-3 (cover : Moriya, Ryuusei)
Genre :
boys' love, supernatural
Rating : 18+
Cover :
Ze menceritakan tentang kotodamashi atau
pengguna kotodama. Kotodama adalah sejenis ilmu yang menggunakan
kata-kata sebagai senjata. Jadi jika ngomong "mati kamu", maka orang yang
diomongin itu bakal mati. Namun penggunaan kotodama tidak bisa
sembarangan karena ada "pengorbanan" Oleh karena itu diperlukan kami
untuk menangkal backlash dari penggunaan kotodama. Ze mengisahkan
keluarga Mitou yang turun-temurun merupakan kotodamashi beserta kami mereka.
Selain keluarga Mitou, ada juga Raizou yang memiliki kami meskipun dia bukan
kotodamashi. Sampai volume 5, pasangan yang sudah muncul adalah Raizou x Kon,
Konoe x Kotoha, Ouka x Benio, Shoui x Asari, Genma x Himi, Tsukito x Seiji x
Hatsuhi, dan Moriya x Ryuusei. Karakter penting lainnya adalah Yoshiwara Waki,
pembuat kami.
Cerita dibuka dengan kedatangan Raizou di
rumah Yoshiwara Waki. Sejak kecil Raizou yang yatim piatu dirawat neneknya, tapi
nenek yang mengurusnya kemudian meninggal. Harta yang dimiliki habis untuk
membayar pajak, Untung saja Raizou dipanggil ke rumah Waki sehingga dia bisa
numpang tinggal sebagai pembantu. Kedatangan Raizou disambut hampir oleh semua
penghuni rumah Waki, kecuali Kon yang bersikap acuh tak acuh. Raizou berusaha
sebaik mungkin bekerja di rumah itu seperti menyiapkan makanan enak, tapi
usahanya tidak dipandang oleh penghuni rumah. Raizou juga melihat betapa aneh
hubungan antar sesama penghuni rumah, sampai suatu malam ia menemukan jawabannya
tanpa sengaja. Ternyata penghuni rumah itu adalah kotodama beserta kami dan Waki
sebagai pembuat kami.
Kami merupakan penangkal
backlash dari penggunaan kotodama dan melindungi majikan mereka dari
serangan apapun. Kalau majikannya menggunakan kotodama, rasa sakit akibat
backlash diterima oleh kami, begitu juga kalau majikan mereka
diserang. Andai majikannya terluka, kami bisa menyembuhkannya dengan kontak
cairan tubuh. Kami dibuat dari kertas yang melalui upacara tertentu akan
menjadi menyerupai manusia. Sebelum dibangkitkan, calon majikan mereka harus
melumurkan darah pada pedang yang kemudian ditusukkan Waki pada kami.
Lalu si majikan harus memanggil kami tersebut dengan nama yang mereka berikan.
FYI, kami disini bukan dewa lho. Kanjinya adalah
紙 yang
berarti kertas. Kami tidak makan-minum, juga tidak sakit. Jika mereka 'mati',
mereka kembali menjadi hakushi, yaitu kertas berbentuk orang-orangan.
Kami dan majikannya memiliki gender sama.
Facts about kami :
- Mereka dibuat dari tulang belulang
mayat kotodamashi keluarga Mitou.
- Wajah kami menyerupai pemilik tulang yang digunakan untuk
membuat mereka.
- Kami akan menangis sebelum menjadi hakushi.
- Kami tidak bisa menghidupkan orang mati.
- Jika kami dihidupkan kembali dari bentuk hakushi,
ingatan akan kehidupan sebelumnya hilang.
Personal comment :
Setelah sempat hilang minat dengan
Shimizu Yuki gara-gara Recipe, Ze mengembalikan kepercayaan gue pada
Shimizu-sensei. Namanya juga manga BL, pasti adegan sex tidak
ketinggalan. Namun sensei memasukkan unsur misteri yang membuat
cerita seru ditambah karakterisasi tokoh yang menarik. Kalau cuma
mengandalkan sex, sekali baca pasti langsung saya delete dari
komputer.
Misteri terbesar dalam ZE adalah Waki,
sang pembuat kami. Dia selalu terlihat duduk minum sake
sambil bersandar ke peti hitam. Waki unpredictable, kadang
terlihat care dengan kami, seperti saat Kon diserang, namun di saat
lain dia malah tak perduli, kayak waktu Kon diculik ibunya Akimitsu.
Kontradiktif banget kan ? Dia pernah bilang meski bersusah payah
membuat kami, sedalam apapun perasaannya pada kami tersebut, mereka
tetap lebih memilih majikannya daripada Waki. Dari kata-kata itu,
saya dan dua orang teman menduga Waki pernah dan masih mencintai
seorang kami. Kami yang dicintai Waki kemungkinan
besar ada dalam peti hitam yang disandarinya itu.
Written by Ryuu Nagareboshi
Ze © Shimizu Yuki / Shinshoukan