Thomas no Shinzou
トーマの心臓
Author :
Hagio Moto
Publisher : Shogakukan
ISBN : 4091910130
Genre : Shoujo, romance
Rating : 18
Cover :
Cerita ini berlatarbelakangkan sekolah asrama pria Schlotterberk di Jerman.
Julismole yang baru tiba di sekolah setelah pulang dari liburan disambut
berita kematian Thomas Werner. Juli tidak menunjukkan perasaan apa - apa
mendengar berita itu, meski Arndt menangis di hadapannya mengatakan Thomas
mencintai Juli. Saat masuk ke kamarnya di asrama, teman sekamar Juli yang
bernama Oscar mengatakan ada surat untuknya. Juli terkejut membaca surat
tersebut yang berisi :
ユりスモールへ さいごに。。。
これが ぼくの愛
これが ぼくの心臓の音
きみにはわかっているはず
[Kepada Julismole, untuk terakhir kalinya...
Inilah cintaku. Inilah suara debaran jantungku. Tentu kamu mengerti maksudnya
kan]
Ternyata surat tersebut dari Thomas Werner ! Dengan panik Juli bertanya
pada Oscar bagaimana Thomas meninggal. Temannya menjawab Thomas meninggal karena
kecelakaan.
Juli tidak menunjukkan perubahan sikap, namun di dalam kepalanya selalu terbayang wajah Thomas. Suatu malam Juli bermimpi melihat Thomas jatuh dari atas, ketika ia menangkapnya, Thomas berubah menjadi kelopak bunga mawar. Mendengar suara temannya, Oscar ikut terbangun. Juli merasa mendengar suara langkah Thomas di luar kamar Oscar membuka pintu, tidak ada siapa - siapa di luar. Juli mendadak sesak napas sehingga jatuh pingsan. Oscar segera memberinya pernapasan mulut ke mulut, disaksikan Arndt yang berdiri di luar. Oscar menyuruhnya merahasiakan apa yang terjadi, namun Arndt menolak kecuali Oscar menciumnya. Oscar menarik Arndt dan mencium bibirnya, lalu menyuruhnya pergi.
Keesokannya Juli mengunjungi kuburan Thomas. Surat dari Thomas dirobeknya sambil berkata jangan pernah Thomas muncul lagi di hadapannya. Ketika meninggalkan kuburan, Juli melihat seseorang yang mirip sekali dengan Thomas. Orang yang dilihatnya itu adalah Erich, murid baru Schlotterberk. Juli bertanya apakah Erich mengenal Thomas Werner. Erich menjawab tidak dan balik bertanya siapa Thomas Werner. Juli mengatakan Thomas adalah seseorang yang bunuh diri.
Tidak hanya Juli, murid - murid lain terpana melihat kemiripan Erich dengan Thomas, sampai - sampai Erich sebal sendiri. Tapi kehadiran Erich membawa suasana baru di sekolah. Dalam waktu singkat Erich bisa bergaul dengan teman sekelas, termasuk para seniornya. Bahkan dia diundang menghadiri acara minum teh para senior. Acara minum teh ini berakhir kacau ketika Erich pingsan gara - gara hendak dicium seniornya. Juli yang diberitahu keadaan Erich menolak datang, sehingga Oscar yang menjemput Erich di tempat para senior. Setelah sadar, Erich mengaku pada Oscar kalau dia menunggu - nunggu surat dari ibunya. Oscar menghibur Erich dengan bercerita bahwa sudah 5 tahun ayahnya tidak pernah mengirim kabar.
Erich lagi - lagi pingsan saat melihat pertengkaran teman sekelasnya dengan senior. Oscar segera membawanya ke ruang kesehatan. Begitu terbangun Erich mencoba berdiri. Oscar yang hendak membantu malah ditepisnya. Dia jadi gemetar ketika Oscar memeluknya. Sambil menangis Erich mengaku tidak tahan disentuh orang lain karena pernah melihat ibu yang sangat disayanginya dicium gurunya. Gara - gara melihat peristiwa itu Erich pernah mencoba bunuh diri dengan mencekik diri sendiri, namun gagal karena keburu pingsan. Oscar mengajak Erich jalan - jalan ke kota cuci mata untuk menghibur hatinya, Keakraban mereka memancing perhatian murid - murid. Arndt mengatakan bahwa Oscar menyukai Juli, buktinya dia pernah melihat mereka berciuman jam 3 pagi.
Omongan Arndt segera menghembuskan gosip ke seantero sekolah, sehingga kepala sekolah memindahkan Oscar ke kamar lain dan Erich menjadi teman sekamar Juli sebagai gantinya. Erich tentu panik, selain sikap Juli tidak bersahabat padanya, dia pernah mengancam akan membunuh Erich suatu hari nanti. Ketakutan Erich terbukti, karena walau bersikap sopan, terlihat jelas Juli menahan diri padanya. Juli nyaris meledak ketika Erich bertanya jangan - jangan Juli mencintai almarhum Thomas. Ketidaksukaan antar satu sama lain berlanjut pada olah raga anggar. Erich melawan Juli dalam pertandingan anggar, tidak sengaja tusukannya mengenai bahu Juli sehingga kemejanya terbuka memperlihatkan luka bakar. Juli panik menyadari orang - orang melihat lukanya. Oscar yang sadar kepanikan Juli, menonjok salah satu murid yang meledek luka itu adalah love bite dari Oscar. Dengan wajah pucat Juli kembali ke kamar. Erich ikut ke kamar dan bertanya penyebab luka itu, dia nyaris ditusuk Juli yang mengamuk. Erich berteriak "Tuhan !" membuat Juli kembali sadar. Juli bertanya apakah Erich percaya pada Tuhan. Erich menjawab iya dan dia tidak akan menghindar jika Juli mau membunuhnya. Juli malah memeluk Erich dan menyuruhnya keluar.
Erich berpikir untuk meminta pindah kamar pada kepala sekolah saat salah seorang memberitahu ada surat untuknya. Erich senang karena mengira surat itu dari ibunya, namun ternyata surat itu dari pengacara keluarganya. Surat tersebut mengabarkan kematian ibunya dalam kecelakaan mobil. Membaca berita ini Erich menjadi shock. Juli melihat Erich nyaris hilang sadar lalu mencium bibir Erich. Erich yang kaget akhirnya jatuh pingsan. Dia baru tersadar setelah Juli meminumkannya obat lalu tertidur sambil menangis. Juli terkejut membaca surat yang diterima Erich, akhirnya mengerti apa yang membuat teman sekamarnya shock. Juli ke ruang kepala sekolah untuk melapor, dilihatnya Oscar ada di ruangan tersebut duduk santai membaca koran. Setelah melapor, dia jalan berdua dengan Oscar. Juli mengatakan kepala sekolah terlalu baik pada Oscar, yang dijawab temannya bahwa ada kemungkinan kepala sekolah akan mengadopsinya. Juli bilang tidak mungkin, tapi Oscar memberitahu dia punya kartu As yang membuatnya yakin akan hal itu.
Juli terbangun keesokan paginya mendapatkan Erich tidak ada. Dia yakin anak itu pasti pulang ke rumahnya. Juli memutuskan menyusul Erich. Dugaannya benar, Erich pulang kembali ke rumahnya yang kini kosong. Pengacaranya mengatakan Erich tidak bisa tinggal di situ karena rumah tersebut akan dijual. Juli yang datang ke rumah itu disambut lemparan poci teh oleh Erich, yang untungnya luput. Juli membawa Erich kembali ke sekolah, namun mereka salah naik kereta. Di satu stasiun, Erich disapa pemuda berkacamata dengan rambut panjang yang mengenali seragamnya. Muka Juli pucat melihat pemuda tersebut, dia segera menarik Erich pergi. Pemuda yang ternyata juga mengenal Juli itu mengatakan "It was a nice evening, Juli." Pertanyaan Erich tentang siapa pemuda itu dibalas Juli dengan bentakan. Karena kereta yang hendak mereka tumpangi ditunda keberangkatannya, Juli mengajak Erich menginap semalam di rumahnya. Di rumah Juli, Erich melihat nenek Juli memperlakukan temannya tidak ramah. Ternyata itu disebabkan pernikahan orangtua Juli tidak disetujui, apalagi rambut hitam Juli diwarisi dari almarhum ayahnya. Malam harinya, sambil menangis Erich mengetuk kamar Juli. Juli membiarkannya masuk dan Erich menangis di bahu Juli karena teringat almarhum ibunya. Juli yang biasanya menjaga jarak dengan orang kali ini membiarkan Erich melepas isi hatinya sampai puas. Kejadian ini membuat Erich menyadari ada sisi lain dari Juli yang selama ini dikenalnya
Di perpustakaan sekolah, Erich menemukan memo jatuh dari buku "Renaissance and Humanism". Isi memo itu adalah perasaan penulisnya yang selama 6 bulan terakhir telah memikirkan kehidupan dan kematian, serta salah seorang temannya. Penulis memo itu mencintai Juli, walau Juli tidak membalas perasaannya. Dia sadar ada sesuatu terjadi pada Juli. Si penulis ingin Juli kembali bersemangat, mesk harus mengorbankan dirinya sendiri. Sebuah kalimat bijak mengatakan seseorang meninggal 2 kali, pertama meninggal di bumi lalu meninggal dalam ingatan temannya. Si penulis yakin dia tidak akan meninggal 2 kali, karena Juli takkan melupakannya, bahkan setelah Juli tiada pun. Juli akan selalu mengenang dirinya. Erich penasaran identitas si penulis memo karena siapapun orang itu, jelas sekali dia mencintai Juli.
Akhirnya diketahui penulis memo itu adalah almarhum Thomas. Erich mencoba memancing Juli lebih dalam supaya tahu perasaan teman sekamarnya itu kepada Thomas seperti apa. Demi memuaskan rasa ingin tahu, Erich sampai meminta diberi waktu lebih lama di sekolah pada suami baru ibunya yang ingin mengajak Erich tinggal bersama. Tidak tanggung - tanggung, Erich menyatakan cinta pada Juli. Perasaan Erich disambut dingin oleh Juli yang kemudian menghindarinya.
Sebenarnya bagaimana perasaan Juli pada Thomas ? Kalau tidak suka, mengapa Thomas selalu ada dalam pikirannya ? Jika suka, kenapa Juli menolak perasaan Thomas ? Jawaban semua ini ada pada kejadian beberapa bulan sebelum Thomas meninggal serta luka pada tubuh Juli....
Personal comment :
Written by Ryuu Nagareboshi
Thomas no Shinzou
© Hagio Moto/
Sejujurnya saya butuh 4-5 kali membaca, ditambah membaca review
orang lain untuk memahami manga ini. Selain faktor bahasa, Hagio -
sensei menggunakan simbol (baik gambar maupun tulisan) dalam
bercerita. Contohnya saat Juli bercerita peristiwa yang dialaminya
beberapa bulan sebelum Thomas meninggal. Mengapa Thomas bunuh diri,
itu adalah pertanyaan yang muncul dari pembaca. Dalam
sebuah wawancara, Hagio - sensei mengaku sengaja tidak memberikan
alasan tertentu penyebab Thomas bunuh diri. Menurut saya pribadi,
Thomas melakukannya karena tak ada jalan lain untuk selalu diingat
oleh Juli yang menolak cintanya selain bunuh diri. Alasan itu cukup
masuk akal, karena sampai akhir Juli tidak bisa melupakan Thomas.
Thomas no Shinzou merupakan salah satu masterpiece Hagio Moto selain
Poe no Ichizoku.