Saiunkoku Monogatari ~ Hatsukou wa Ten o mezasu
(彩雲国物語~ 白虹は天をめざす)

Author : Yukino Sai & Yura Kairi (ilust)
Publisher : Kadokawa Shouten
ISBN :
Genre : Shoujo, supernatural, romance, politic
Rating : 15+
Cover :

Inti dari kisah di buku ini ada tiga : Ryuuki meninggalkan istana mengejar Shuuei, muncul tanda-tanda kudeta, dan keputusan Shuuei. Shuurei juga mendapat bagian penting, dimana dia mulai yakin pada keanehan di tubuhnya.

Di volume terdahulu, diceritakan kalau calon istri Ryuuki, adik tiri Shuuei yaitu Juusan Hime atau Putri ke 13 , datang ke istana. Putri ini dan Shuurei entah kenapa menjadi incaran pembunuh. Ternyata pembunuh itu adalah teman sepermainan Juusan Hime dan Shuuei, Shiba Jin. Shuuei sendiri kemudian memutuskan untuk pergi dari sisi Ryuuki dan kembali ke keluarga Ran, karena merasa tidak cocok menjadi bawahan Ryuuki. Shuuei menyayangi Ryuuki, tapi `sayang` dan `mengabdi` adalah dua hal yang berbeda...

Di volume ini, Ryuuki memtuskan untuk pergi ke perfektur Ran menjemput Shuuei, bersama Juusan Hime dan Shouka. Enam orang pejabat penting di kerajaan mengizinkannya pergi, meski dalam hati mereka semua tidak setuju. Riou bahkan menyindir Ryuuki, apakah sang kaisar pergi ke sana sebagai Ryuuki, ataukah sebagai kaisar. Kata-kata Riou ini menyekat hati Ryuuki, namun akhirnya dia tetap pergi, setelah menyerahkan semua tugasnya pada Tei Yuushun. 

Dari sini, kisah mulai bergerak. Ketidakberadaan Ryuuki membuat banyak bawahan mulai tidak mempercayai kaisar. Tapi mereka semua masih menunggu, apakah Ryuuki bisa kembali dengan selamat dan dapat mengubah sifatnya. Selama dua tahun ini Ryuuki memaksakan kehendaknya. Hanya mempercayai kata-kata Kouyuu-Shuuei, dan  para perwira senior. Para perwira yang tua suatu saat akan mengundurkan diri dari dunia politik. Ryuuki sama sekali tidak berusaha menjalin hubungan dengan pejabat lain. Celakanya, dua orang yang seharusnya menghentikan dan menasihati  ketika kaisar berbuat salah justru tidak menghentikannya. Shuuei dan Kouyu terlalu memanjakan Ryuuki. Duduk dan mengerjakan tugas di meja bukanlah tugas `kaisar`. Terlebih lagi, Ryuuki memulai tugas sebagai kaisar `untuk Shuurei`, dan bukan untuk negara. Demi Shuurei, Ryuuki berusaha menjadi pemimpin yang baik. Tapi yang paling utama bagi kaisar tidak boleh `wanita`. Ryuuki terlalu mirip dengan ayahnya, yang menjadi kaisar demi orang yang dicintainya, dan mati `dibunuh` wanita yang mencintainya.  Seiran bertugas mengawasi gerak-gerik orang yang mencurigakan begitu Ryuuki tidak ada. Dia pun mulai bergerak untuk mengokohkan posisi Ryuuki sebagai kaisar.  

Ryuuki sendiri sebenarnya mengerti kalau dia `melarikan diri` dari posisinya sebagai kaisar. Namun dia tetap ingin pergi menjemput Shuuei, meski sadar itu `salah`. Di tengah laut, di atas kapal menuju rumah keluarga Ran, dengan didampingi Shouka dan Juusan Hime, Ryuuki pun menangis. Betapa menderitanya, betapa menyakitkannya lari dari tugas yang harus dikerjakannya dan menyerahkan semuanya pada Yuushun. Hati Ryuuki dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan. Ryuuki bukanlah kaisar. Dia `ingin` manjadi kaisar. Tapi sekarang dia lari dari fakta itu. Para bawahannya tahu kalau Ryuuki lari, tapi tak seorang pun dari mereka menghentikannya. Memahami arti dari semua itu, air mata Ryuuki mengalir semakin deras ...

Di samping gunung tempat rumah keluarga Ran berdiri, terdapat gunung lain yang di puncaknya terdapat kuil keluarga Hyou. Gunung itu memiliki legenda, kalau jaman dahulu kaisar menyuruh anak-anaknya pergi ke puncak gunung itu dan kalau pulang dengan selamat, dia akan menyerahkan tahta kerajaan pada anak itu. Namun tidak ada seorang pun kembali dengan selamat, kalau pun ada yang kembali mereka semua sudah jadi gila. Pangeran bungsu yang tidak ikut pergi akhirnya menjadi kaisar, namun dia pergi ke gunung itu dan kembali dengan selamat, Negara menjadi makmur dibawah pemerintahan kaisar tersebut. Akhirnya gunung itu dijuluki `gunung untuk menguji kaisar`. Gunung gaib itu telah menelan banyak korban, hanya orang-orang yang sejak dulu tinggal disana dan anak dari keluarga Ran  yang tidak akan tersesat.

Ryuuki diam-diam pergi ke gunung itu. Namun gunung ajaib ini membuatnya tersesat, dan nyaris tidak ada makanan di gunung itu. Ryuuki hanya makan sayur dan jamur aneh yang kadang tumbuh di jalanan, namun akhirnya dia jatuh pingsan karena demam tinggi...

Shuuei yang mendengar kalau Ryuuki lenyap, hendak pergi menolongnya. Tapi niatnya dihalangi kakak tertuanya, Ran Setsuna. Shuuei tahu kalau alasan kakaknya memanggilnya balik ke keluarga Ran adalah karena kakaknya tahu, `sesuatu akan terjadi di ibukota`. Seperti kejadian 13 tahun lalu, ketika pangeran Seien (Seiran) dibuang (harusnya dihukum mati, tapi Seien hidup karena ayahnya menolongnya) dan peramg merebut tahta dimulai. Shuuei berkata seandainya Ryuuki bernasib sama seperti Seien, dia akan sangat menyesal. Seandainya saat itu tiba, dia ingin bersama Ryuuki sampai akhir.

Shuurei yang mengejar Ryuuki juga tiba di kaki gunung bersama Tan-tan dan Ensei atas pertolongan Ryuuren sebagai petunjuk jalan. Namun kemudian, Shiba Jin muncul dan bilang dia mau Shuurei mengikutinya, karena kepala keluarga Hyou mau bertemu dengannya. Jin juga bilang kalau Ryuuki juga ada di kuil. Shuurei memutuskan untuk pergi, disinilah dia sadar ada yang aneh pada dirinya. Dia sama sekali tidak merasa capek, padahal Tan-tan saja capek.

Akhirnya Shuurei tiba di kuil, dan menemukan Ryuuki yang tidak sadarkan diri di dalam penjara kayu bawah tanah. Ketika dia ingin memanggil nama Ryuuki, dia diserang oleh Shusui -- yang sekarang tubuhnya dikuasai oleh Hyou Ruka, kepala keluarga Hyou. Ketika Ryuuki sadar, Ruka mulai mempengaruhi Ryuuki untuk membuang jabatannya sebagai raja. Mengatakan kesalahan yang dilakukan Ryuuki selama ini, menyakiti hatinya. Ruka pun bilang kalau Ryuuki membuang jabtannya, dia tidak perlu menderita lagi, dan bisa hidup bersama Shuurei.

Ryuuki menolak ajakan Ruka.  "Aku adalah kaisar. Aku tidak akan membuang jabatan itu. Tidak akan kembali ke Shi Ryuki yang biasa---"

Untuk pertama kalinya, Ryuuki memutuskan untuk menjadi kaisar bukan demi Shuurei, bukan demi siapapun. Melainkan demi dirinya sendiri. Ruka yang marah bermaksud membunuh Ryuuki, namun Shuuei yang sebenarnya telah membuntuti Ryuuki sejak beberapa hari lalu menghalanginya. Ruka memberi perintah pada Shusui dan Shiba Jin untuk menghabisi mereka. Juusan Hime ikut bergabung, dan terjadi pertarungan melindungi Ryuuki. Shuuei yang berusaha menyadarkan Shusui dari hipnotis terpaksa memakai nama Shouka untuk menyadarkannya. Hasilanya, Shusui mengembalikan kesadarannya, namun Shuuei mendapat sindiran dari Ryuuki, Juusan Hime dan Shiba Jin karena tidak mengembalikan Shusui dengan cintanya.

Ruka yang dalam bentuk roh berada di kamar tempat Shuurei dibaringkan. Ruka bermaksud memiliki tubuh Shuurei untuk membalas dendam pada Bara-Hime yang dicintai adiknya. Ruka membenci semua pria, baginya pria hanya alat untuk membuat anak. Namun satu-satunya pria yang dicintai Ruka adalah adik kandungnya yang cantik, Hyou Riou (ayah kandung Riou). Namun Hyou Riou hanya mencintai Bara-Hime, dewi yang jatuh ke tangan manusia. Bara-hime adalah istri Shouka, dan juga ibu Shuurei. Shouka yang harusnya datang membunuh Bara-hime jatuh cinta padannya dan `menculiknya`. Awalnya Bara-hime sangat membenci Shouka, namun perlahan dia mencintai Shouka dan anak-anaknya (Shuurei+ Shusui dan Seiran).  Singkatnya, Shuurei adalah anak dari dewi dan manusia. Karena itulah tubuhnya berbeda dari manusia biasa.  

Singkat cerita mereka lolos dari gunung. Pada akhirnya, Shuuei kembali ke kerajaan bersama raja. Ketiga kakak kembarnya mengajukan syarat bagi Shuuei kalau ingin kembali, untuk menebak yang mana `Ran Setsuna` yang asli. Shuuei menang dan kembali tanpa terikat nama keluarga Ran lagi. Dia membuang nama keluarga, membuang kekuatannya sebagai keluarga Ran,  dan bersumpah mengabdi pada Ryuuki sebagai dirinya sendiri. Shuuei memutuskan tidak akan memanjakan Ryuuki lagi. Ini terbukti ketika Shuuei menang bertarung dengan sangat mudah pada Ryuuki. Selama ini Shuuei tidak serius menghadapi kaisar mudanya, tapi mulai sekarang dia akan selalu serius pada Ryuuki.

Pada akhirnya mereka semua kembali dengan selamat ke ibu kota, meski waktu sudah mepet. Kouyuu pun sudah tiba saatnya memilih, memilih raja, atau memilih Reishin. Perseteruan Reishin yang tidak mau bekerja untuk negara dan Yuushun yang nyaris jatuh sakit karena lelah namun tetap mengambdi pada raja dan kaisar mulai terlihat. Persahabatan mereka menunjukkan tanda-tanda berakhir ...

Kisah cinta Shuurei - Ryuuki pun mulai diangkat lebih dalam. Ryuuki memutuskan tidak lagi menunggu Shuurei. Dia menyampaikan akan menikah dengan Juusan Hime demi negara. Tapi sebelum itu, dia menyampaikan tantangan pada Shuurei. Ryuuki menetapkan batas waktu, kalau Shuurei tidak menerima cinta Ryuuki sampai waktu yang ditentukan artinya Shuurei menang, dan Ryuuki akan menikah. Shuurei menerima tantangan itu, dengan sebuah kesadaran dalam dirinya ... 

Btw, beberapa fakta lain yang menarik di volume ini : Yang nomor satu bagi Seiran bukan Shuurei, melainkan `kaisar`.  Ensei ternyata juga menyukai Shuurei, tapi dia memilih posisinya sebagai bawahan Shuurei.

Personal comment : Menurut saya buku ini mengasyikkan, karena buku ini `membalikkan` fakta semua volume sebelumnya. Semua fakta yang kita kira `benar`dan `mengesankan` jadi terbalik. Hubungan Ryuuki-Shuuei-Kouyuu yang kita kira baik sebagai atasan dan bawahan, ternyata kalau dilihat lewat mata orang ketiga sangat tidak memuaskan. Kalau selama ini kita melihat dari sudut pandang para karakter utama, kali ini kita melihat dari sudut pandang orang ketiga. Secara pribadi ini sangat mengasyikkan, tapi yang saya lihat komentar pembaca lain, tampaknya opini pada buku ini terbagi dua, sangat bagus atau sangat jelek. Saya akui cara penulisan di buku ini  agak berubah kalau dibandingkan volume awal. Tapi menurut saya itu tidak jadi masalah, malah menambah keasyikan membaca. Daripada memakai bahasa kaku, saya lebih suka penulisnya agak lepas dari pola `bahasa Jepang yang benar`.

Satu lagi yang menjadi perdebatan adalah cara pengarang menarik garis ke kisah selanjutnya. Dan tentang Shuurei dan Ryuuki. Kalau masalah yang satu ini, sudah terlihat jelas dari awal volume 1, jadi sesungguhnya tidak perlu didebatkan sekarang sih. Sebenarnya, dari volume 1 sudah terlihat `akhir` dari Saiunkoku. Sepertinya ini metode pengarangnya, memasukkan hints akhir di setiap buku.  Saya sendiri awalnya tidak suka Saiunkoku karena alasan ini pula. Belakangan saya lebih fokus ke kisah politik di Saiunkoku daripada masalah cinta, dan ternyata kisah politik di Saiunkoku asyik .

Written by ritsu2
Edited by Ryuu Nagareboshi

Saiunkoku Monogatari  © Yukino Sai / Yura Kairi / Kadokawa Shouten