Junjou minimum
(純情ミニマム)
Author : Nakamura
Shungiku ( 中村 春菊 )
Publisher :
Kadokawa Shouten ( 角川)
Isbn :
4 - 04 - 853876 - 4
Genre : boys' love, humour
Rating : boys' 18+
Cover :
Junjou Minimum
masih masuk dalam Junjou Romantica.
Setiap pembelian manga seharga 1000 yen ini mendapat bonus drama cd
original story yang tidak ada dalam manga.
Bahkan di halaman belakang terdapat report afureko drama cd
dan interview seiyuu.
Cerita dimulai dengan Misaki memperhatikan Aikawa yang panik
menunggu Usami menyelesaikan naskah. Aikawa memberikan foto Usami
waktu kecil pada Misaki. Reaksi Misaki, "LOVELY !" Aikawa
mengaku mendapat foto itu melalui Marukawa Publisher's Ninja network
alias menggunakan jalur rahasia. Dengan wajah lelah Usami keluar
kamar menyerahkan disket naskah, lalu Aikawa langsung pergi ke
penerbitan. Begitu tahu Misaki punya fotonya waktu kecil, Usami
langsung menebak pasti ini ulah Isaka, sebelum pingsan kelelahan.
Cerita berikutnya mengisahkan pertemuan pertama Hiroki - Usami waktu
mereka masih kecil. Hiroki marah karena ia lelah menjalani kegiatan
yang dijalaninya setiap hari, mulai dari renang, kendou, kaligrafi,
piano, ditambah sekolah. Setiap marah, Hiroki selalu kabur ke tempat
persembunyiannya, yaitu sudut tersembunyi di taman yang tertutup
semak dan pohon rimbun. Ia kaget karena mengapa di tempat
persembunyiannya ada anak cowok tidur memeluk buku. Hiroki mengusir
anak itu, tapi karena anak itu memohon akhirnya ia membiarkan anak
tersebut tetap di situ. Bagaimana anak itu bisa tahu tempat
persembunyian tersebut, pikir Hiroki. Ketika ditanya, anak itu
bilang ia menemukan tempat tersebut saat sedang mencari kucingnya..
Beberapa hari kemudian, anak yang ternyata bernama Usami Akihiko
tersebut menjadi murid baru di kelas Hiroki. Akihiko banyak disukai
anak cewek karena wajahnya yang tampan, tapi ia sendiri tidak pernah
tersenyum. Akihiko bersama Hiroki sering menghabiskan waktu bersama
di tempat persembunyian itu mengerjakan PR. Suatu hari karena
bertengkar dengan ibunya, ia melarikan diri ke tempat
persembunyiannya. Hiroki bersyukur Akihiko belum datang sehingga
tidak melihatnya menangis. Sayang harapannya tidak terwujud karena
Akihiko datang dan melihat matanya merah langsung bertanya ada apa.
Hiroki menangis lagi menceritakan ia ingin berhenti dari semua
kegiatan karena merasa tidak sanggup. Akihiko mencoba membangkitkan
semangatnya tapi Hiroki tetap ngambek, bahkan menuduh Akihiko tidak
mengerti perasaannya. Mendadak Akihiko mencium bibir Hiroki karena
sewaktu di Inggris, ia dikasih tahu untuk mencium orang yang sedang
bersedih.
Hiroki langsung berhenti menangis, mukanya memerah saking malu dan
kagetnya. Dalam perjalanan pulang, ia masih shock mengapa Akihiko
menciumnya. Karena malam dingin, Hiroki langsung bersin. Akihiko
memberikan salah satu sarung tangannya, tapi bagaimana dengan tangan
yang sebelah lagi. Penyelesaian Akihiko gampang, gandeng saja tangan
yang tidak pakai sarung tangan. Tindakan Akihiko menggandengnya
semakin membuat Hiroki salah tingkah. Berkat kata - kata Akihiko,
Hiroki kembali bersemangat dan ia memenangkan pertandingan renang
50M. Ketika menunjukkan medalinya pada Akihiko, temannya tersebut
menepuk kepalanya, membuat muka Hiroki kembali merah.
Inikah awal dari cinta ... ?
Ternyata tempat persembunyian Hiroki selama ini merupakan bagian
dari rumah Akihiko yang sangaaat besar. Hiroki mengajak temannya
menginap karena Akihiko bilang tidak mau pulang ke rumah. Hiroki
curiga Akihiko mungkin bertengkar dengan ayahnya, tapi temannya
tidak pernah bercerita mengenai keluarganya. Ibu Hiroki sendiri
senang pada Akihiko yang menurutnya sopan dan baik.
Ketika ke toilet, Hiroki mendengar orang tuanya membicarakan
keluarga Akihiko yang tidak perduli pada anaknya. Mendengar semua
itu, Hiroki mengatakan pada Akihiko kalau apapun yang terjadi, ia
akan selalu berada di sisi sahabatnya itu. Akihiko tersenyum manis
mendengar ucapan Hiroki. Hiroki merasa dirinya aneh karena senyuman
Akihiko membuatnya salah tingkah dan tegang. Keesokannya Hiroki
tertidur di kelas. Mengapa ? Karena semalaman Akihiko tidur sambil
memeluknya erat sehingga ia tidak bisa tidur sama sekali.
Hiroki dan Akihiko sama - sama hobi membaca buku sehingga mereka
bisa akrab. Ditambah di kelas urutan absen membuat mereka duduk
bersebelahan. Akihiko membantu Hiroki belajar flute untuk tes musik.
Kesulitan Hiroki adalah menempatkan jari di lubang flute. Akihiko
membandingkan telapak tangannya dengan telapak tangan Hiroki yang
lebih kecil darinya, muka Hiroki memerah menyadari tangan mereka
bersentuhan, apalagi waktu Akihiko meniup flute miliknya.
Indirect kiss, pikir Hiroki. Mendadak turun hujan, Akihiko
mengajak Hiroki berteduh di rumahnya. Ada yang kocak di sini, Hiroki
mengira yang menyambut mereka adalah pembantu Akihiko. Akihiko
mengatakan pria itu adalah butler (shitsuji), tapi Hiroki salah
dengar jadi domba (hitsuji). Hiroki kagum melihat kamar Akihiko yang
penuh dengan buku, ditambah tempat tidur mewah yang besar. Ketika
Akihiko keluar sebentar, Hiroki menemukan buku yang ternyata berisi
cerita karangan Akihiko. Melihat temannya membaca buku catatannya,
Akihiko berteriak menyuruhnya jangan baca. Teriakan Akihiko terhenti
mendengar Hiroki memuji ceritanya menarik. Akihiko merasa pujian
tersebut basa - basi, Hiroki membantah ia benar - benar tulus
memuji. Ia sudah banyak membaca buku, makanya kalau memang menarik,
ia akan bilang menarik. Muka Akihiko memerah mendengar pujian
temannya itu. Ketika hendak pulang, Hiroki dipinjami buku-buku
berisi cerita karya Akihiko dengan janji tidak boleh diperlihatkan
pada orang lain. Hanya Hiroki yang boleh membaca karena ini rahasia
mereka berdua.
Sebelum tidur Hiroki membaca cerita karya Akihiko sambil membawa
kamus kalau - kalau ada kata yang tidak dimengerti. Hiroki menemukan
1 kata yang tidak ia mengerti , nasake (
情け
).
Begitu diperiksa,ternyata arti nasake adalah compassion.
Akhirnya ia sadar mengapa selama ini salah tingkah ketika bersama
Akihiko...
Cerita beralih pada masa kecil Misaki.
Sejak orang tuanya meninggal setahun lalu karena kecelakaan, Misaki
tinggal berdua dengan kakaknya (Takahiro) yang batal kuliah dan
langsung kerja untuk menghidupi mereka.Sebenarnya saudara mereka
menawarkan merawat Misaki, cuma ditolak Takahiro yang berkeras
membesarkan adiknya sendiri. Sejak saat itu Misaki bertekad tidak
akan menyusahkan kakaknya. Melihat kakaknya tertidur setelah lelah
bekerja seharian, Misaki berniat membuat kejutan untuk kakaknya.
Keesokannya Misaki membuat omelette rice yang hangus dan membuat
dapur berantakan sehingga membuat panik Takahiro yang baru pulang
karena mengira ada kebakaran.
Melihat rumah berantakan, Takahiro yang kecapekan memarahi Misaki.
Sadar membuat kakaknya marah, Misaki pun menangis menyesal.
Kemarahan Takahiro hilang begitu melihat catatan resep omelette rice
adiknya yang ada tulisan Misaki tentang niatnya menyenangkan
kakaknya.
Takahiro menangis menyesal sudah marah pada Misaki dan minta maaf
padanya. Meski terpaksa, ia memakan omelette rice gagal buatan
adiknya sambil bercucuran air mata. Bahkan sambil menahan rasa tidak
enak, ia memuji masakan Misaki enak. Sewaktu Misaki bilang akan
memasak masakan lain untuknya, Takahiro buru - buru berjanji
berikutnya akan membantu Misaki memasak.
Written by Ryuu Nagareboshi
Junjou Minimum © Nakamura Shungiku /Kadokawa