HYBRID CHILD (ハイブリッド チャイルド)
Author : Nakamura
Shungiku ( 中村 春菊 )
Publisher : Super
BBC - Biblos ( ビブロス )
Isbn :
4-8352-1722-5
Genre : boys' love
Rating : 18+
Cover :
Hybrid Child adalah
benda (bukan robot atau boneka) menyerupai manusia yang akan
berkembang mengikuti perasaan pemiliknya.
Hybrid Child merupakan refleksi perasaan pemiliknya. Ketika berumur
8 tahun, Izumi Kotarou menemukan sesuatu yang dikira boneka di
tempat sampah yang lalu dibawanya pulang ke rumah. Ternyata yang
ditemukannya itu adalah Hybrid Child (HC). Sejak saat itu HC yang
diberi nama Hazuki itu selalu mendampingi Kotarou. Butuh waktu 5
tahun bagi Hazuki untuk bisa bergerak dan 1 1/2 tahun belajar
berbicara. Hazuki sudah 3x dibuang oleh orang tua Kotarou, tapi
Kotarou selalu mengambilnya kembali. Suatu hari Hazuki mendadak
pingsan. Kotarou yang panik membawanya ke Kuroda, pencipta HC.
Kuroda mengatakan sudah tidak mungkin memperbaiki Hazuki karena life
span-nya sudah nyaris habis. Kotarou rela membayar berapapun untuk
perbaikan Hazuki, yang dijawab dingin oleh Kuroda kalau perbaikannya
memakan 5 juta yen. Daripada memperbaiki, menurut Kuroda lebih baik
Kotarou membeli HC baru. Kotarou menolak karena ia hanya
menginginkan Hazuki saja. Akhirnya Kuroda menyuruh Kotarou
mencarikannya Moon Droplet yang akan digunakan untuk perbaikan HC-nya.
Sementara Kotarou mati-matian mencari Moon Droplet, Hazuki
mengutarakan perasaannya tentang Kotarou pada Kuroda. Sampai batas
waktu berakhir, Kotarou gagal mendapatkan Moon Droplet.
Setahun kemudian, Kotarou ditelpon Kuroda. Kuroda mengatakan
sebenarnya ia berbohong pada Kotarou mengenai Moon Droplet karena
ingin mengerjainya. Kuroda menambahkan kalau Kotarou berhutang
banyak padanya. Belum sempat Kotarou bertanya apa maksudnya, telpon
sudah ditutup Kuroda.
Ketika menoleh ke arah
pintu, Kotarou melihat Hazuki berdiri sambil tersenyum membawa bon
perbaikan sebesar 4 juta yen...
Cerita kedua mengisahkan Seya dan Yuzu.
Yuzu bingung mengapa sebagai HC ia tidak pernah tumbuh. Apakah ada
yang rusak di tubuhnya atau jangan - jangan Seya membencinya.
Melihat Yuzu bersikap aneh, Seya bertanya apa yang dipikirkannya.
Yuzu mengaku bingung tubuhnya tidak berkembang karena jangan -
jangan Seya membencinya. Seya balik bertanya apakah Yuzu membencinya,
yang tentu saja dijawab tidak oleh Yuzu. Dengan tersenyum Seya
menenangkan Yuzu tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ia
menyayangi Yuzu.
Yuzu memperhatikan Seya sering sekali menyendiri di taman bunga
sambil memandangi bulan dengan wajah sedih. Melihat itu semakin
kuat tekad Yuzu untuk tumbuh supaya ia bisa membantu Seya.
Suatu hari Yuzu mendatangi Seya dan dengan penuh semangat meminta pemiliknya berhubungan sex dengannya supaya ia bisa tumbuh.
Ternyata Yuzu bertemu HC lain yang memberitahunya hal tersebut. Seya yang yakin Yuzu sama sekali tidak mengerti makna berhubungan sex mencium bibir dan tubuh HC miliknya tersebut. Ketika ditanya bagaimana perasaannya, Yuzu mengatakan geli. Memang Yuzu merasa geli, tapi dalam hatinya ia mulai merasakan debaran aneh yang kemudian disadarinya sebagai cinta. Tubuh Yuzu mulai berkembang. Bersama Seya, Yuzu pergi ke kota untuk membeli baju baru.
Di tengah perjalanan Seya mendadak diserang seseorang yang ingin membunuhnya untuk balas dendam keluarga. Usaha pembunuhan tersebut gagal, tapi mata Seya buta terkena pisau. Seya menyuruh Yuzu kembali ke Kuroda supaya ia bisa mendapat pemilik baru yang lebih baik.Seya menyesal tidak bisa membalas perasaan Yuzu, padahal ia ingin memberikan HC tersebut semua yang terindah. Yuzu akhirnya sadar penyebab ia susah tumbuh karena Seya tidak pernah total membuka diri pada Yuzu. Kebaikan saja tidak cukup, karena seharusnya Seya juga membagi kesedihan dan penderitaannya pada Yuzu. Yuzu menolak untuk meninggalkan Seya. Mendengar perkataan Yuzu, Seya pun menangis.
Beberapa tahun kemudian,
Seya yang buta masih sering duduk di taman tapi ia tidak sendirian
lagi karena ada Yuzu di sampingnya...
Cerita berikutnya flashback masa lalu Seya, Kuroda, dan Tsukishima.
Sejak kecil Seya, Kuroda, dan Tsukishima selalu bersama. Sampai
menginjak dewasa persahabatan mereka tetap erat. Kuroda selalu
mengganggu Tsukishima habis - habisan, sedang Seya menjadi penengah
pertengkaran mereka. Di antara mereka bertiga, Tsukishima yang
status sosialnya paling tinggi, tidak heran ia dianugerahi jabatan
penting oleh pemimpin clan. Saat itu pemerintahan feodal sedang
terguncang dan Shogun yang berkuasa melarikan diri. Clan
tempat Tsukishima bernaung dicap sebagai pemberontak karena mereka
adalah pengikut Shogun.
Perang pun sudah di depan mata. Ketika mendatangi bengkel kerja
Kuroda, Tsukishima merasa boneka yang sedang dibuat Kuroda mirip
sekali dengan dirinya. Seya menambahkan boneka itu mirip Tsukishima
waktu kecil. Kuroda mengatakan mungkin dengan boneka tersebut
Tsukishima berubah sedikit lebih baik. Tsukishima marah mendengar
ucapan Kuroda tersebut. Ia tidak mengerti kenapa Kuroda sering
mencelanya dan berharap Kuroda mati saja. Kuroda membalikkan
kata-katanya kalau ia benar mati, apa yang akan Tsukishima lakukan.
Tsukishima yang kebingungan menjawab, diselamatkan Seya yang
menyuruh Kuroda berhenti mengganggu Tsukishima. Tadinya Tsukishima
sudah mau pulang, tapi Seya mengingatkan tujuannya datang ke tempat
Kudora. Ternyata Tsukishima datang hendak memberikan ranting bunga
Sakura pada Kuroda karena ia tahu pria itu menyukainya. Kuroda
dengan muka merah menerima pemberian tersebut. Suasana canggung
terpecahkan oleh berita dari utusan memberitahu kalau tentara dari
Edo bergerak untuk menyerang clan mereka.
Tsukishima sebagai pimpinan memberikan perintah penyerangan pada
Kuroda dan Seya. Sebelum berperang, Tsukishima mengatakan Kuroda
harus kembali dengan selamat. Kuroda nyaris mencium Tsukishima, tapi
yang bersangkutan menghindar kebingungan. Kuroda mengajak Tsukishima
bertukaran ikat kepala dengannya. Seya meledek cara Kuroda yang
berbelit - belit untuk mendapatkan sesuatu dari Tsukishima.
Perang berakhir dengan kekalahan clan. Semua pejabat tewas dalam
perang kecuali Tsukishima. Untuk menyelamatkan nyawa pemimpin clan,
Tsukishima rela mengambil tanggung jawab melakukan seppuku.
Mendengar hal tersebut, Kuroda segera mendatangi Tsukishima.
Tsukishima tersenyum menyambut kedatangan Kuroda, ia meminta pria
itu menjaga Seya yang terluka parah akibat perang. Melihat
Tsukishima begitu tenang menghadapi kematian, Kuroda menuduh
Tsukishima melakukan itu supaya dikenang sebagai pahlawan.
Tsukishima yang tersinggung membalas perkataan Kuroda dan mereka
mulai bertengkar. Menurut Kuroda, jika seseorang meninggal yang
lebih menderita adalah orang yang ditinggalkan karena harus hidup
dengan membawa kenangan pahit. Jika Tsukishima ingin mati, ia harus
terlebih dahulu membuat Kuroda melupakannya. Sambil menangis
Tsukishima menyebutkan kenangan menyebalkan yang dialaminya bersama
Kuroda, tapi pria tersebut akhirnya menyuruhnya diam. Setelah
melewatkan malam terakhir berdua, Tsukishima pergi meninggalkan
Kuroda untuk melakukan seppuku.
Setelah kematian Tsukishima, Kuroda menghilang. Beberapa tahun
kemudian Seya yang mencari Kuroda berhasil menemukannya. Seya yang
marah karena Kuroda pergi diam - diam terkejut melihat seorang anak
yang mirip Tsukishima. Ternyata anak tersebut adalah boneka yang
dulu dibuat oleh Kuroda. Karena prototype, boneka tersebut
belum sempurna. Seya mengatakan meskipun Kuroda membuat boneka,
Tsukishima tetap takkan kembali. Kuroda tertawa mendengar tuduhan
Seya kalau ia melakukan ini karena tidak bisa melupakan Tsukishima.
Kuroda membuat boneka tersebut untuk mencari uang karena banyak
orang yang tertarik dengan ciptaannya tersebut. Kuroda pergi
meninggalkan Seya dengan alasan masih ada kerjaan. Kuroda berpikir
Seya masih terperangkap kenangan masa lalu. Bagaimana mungkin Kuroda
membuat boneka menggantikan Tsukishima karena ia sendiri sudah tidak
begitu ingat seperti apa wajah Tsukishima. Mendadak boneka tersebut
mengambil ranting pohon sakura dan memberikannya pada Kuroda sambil
mengucapkan kata - kata sama persis seperti Tsukishima beberapa
tahun lalu.
Kuroda sadar sebenarnya ia tidak pernah bisa melupakan Tsukishima,
karena boneka tersebut merefleksikan isi hati Kuroda yang sebenarnya...
Personal comments :
Hal yang menarik dari Hybrid Child adalah semua cerita di dalamnya
berhubungan satu sama lain dan diceritakan dengan alur mundur. Ada
beberapa hal yang membuat saya penasaran. Mungkin Hazuki sebenarnya
boneka yang pertama dibuat oleh Kuroda yang dibuang olehnya karena
mengingatkannya akan Tsukishima. Karena nomor identifikasi di tubuh
Hazuki menandakan ia produk awal. Juga mungkin Seya dulu suka
Tsukishima, karena saat sendirian di taman bunga ia selalu
memandangi bulan.
Bulan = 月
Tsukishima = 月島
Saya menyukai manga ini karena Nakamura Shungiku yang biasanya membuat cerita humor kali ini mengakhirinya dengan sad ending. Kalimat Kuroda ketika marah ke Tsukishima sangat menusuk :
"死ぬ本人はな 死んでしまえば それでハイおしまい なんだよ 。
土に戻って終了それだけだ 。
困るのはな 残った人間共 でな 。
てめーの後始末で なんじゃかんじゃと 片付けねーと いけねーし 。
物理的なことが 終っても [思い出]とかいう タチの悪いのが 残るんだよ 。
そーゆーの ハッキリ言ってスゲーメーワクなんだよ 。
ヘラヘラしながら言ってんじゃねーよ 。
どーせ死ぬならな。俺の思い出ごともって持ってから死ね 。"
Artinya jika seseorang meninggal, kembali ke tanah, semua berakhir disitu baginya. Yang paling terluka adalah orang-orang yang ditinggalkan. Secara fisik si almarhum sudah tidak ada, namun kenangan akan selalu hidup dalam diri mereka yang ditinggalkan. Jika Tsukishima mau seppuku, dia harus membuat Kuroda melupakan semua kenangan mengenai dirinya terlebih dahulu karena hidup hanya dengan kenangan sangat menyakitkan.
Written by Ryuu Nagareboshi
Hybrid Child ©
Nakamura Shungiku / Biblos