The Bartimaeus Trilogy 3 : Ptolemy's Gate
Author : Jonathan Stroud
Publisher : Gramedia/Miramax
Translator : Poppy Damayanti Chusfany
ISBN : 979-22-2964-7/078-68-1861-1
ISBN-13 : 978-979-22-2964-6/978-078-68-1861-7
Rating :
15+
Cover :
Ptolemy's Gate merupakan penutup dari The Bartimaeus Trilogy. Dikisahkan
Nathaniel yang kini dikenal sebagai John Mandrake telah menjadi menteri penerangan dalam
usia 17 tahun. Dikagumi banyak orang dan menjadi kesayangan Perdana Menteri
Devereux, apalagi yang kurang ? Namun John mempunyai ketakutan Bartimaeus yang
mengetahui nama aslinya suatu hari akan berkhianat, sehingga ia terus menahan
jin tersebut tidak kembali ke Other Place. Kondisi Bartimaeus sendiri semakin
melemah karena terlalu lama di dunia manusia.
Di tempat lain, Kitty Jones yang menggunakan identitas palsu Lizzie Temple dan
Clara Bell untuk menyembunyikan diri dari kejaran para penyihir bekerja di rumah
penyihir tua Button dengan tujuan melatih diri memanggil Bartimaeus untuk
meminta bantuan jin tersebut mengalahkan kaum penyihirBartimaeus marah dengan
John yang seenaknya saja memperlakukan dirinya, sampai-sampai Bartimaeus nekad
menolak datang sewaktu dipanggil John. Dia menunjukkan pemberontakannya dengan
cara muncul di depan menteri muda itu menggunakan wujud Kitty Jones. Bartimaeus
tahu John selalu tersiksa rasa bersalah setiap melihat wujud Kitty yang
disangkanya sudah tewas.
Saat itu Inggris sedang berperang dengan Amerika. Sebagai menteri penerangan,
John menyebarkan propaganda mengajak commoner menjadi tentara untuk dikirim ke
medan perang. Selain perang, Inggris juga dilanda serangan misterius dan
pemberontakan Commoner di mana-mana. Dalam situasi seperti itu John tetap
berambisi mencari keberadaan Hopkins yang diyakininya berada di balik serangan
Resistance tiga tahun lalu. John berjanji akan membebaskan Bartimaeus asal jin
tersebut mendapatkan informasi keberadaan Hopkins. Dengan susah payah Bartimaeus
yang berhasil menemukan tempat Hopkins kembali ke hadapan John dalam keadaan
sekarat. John yang dingin dan tak berperasaan tiba-tiba melepaskan Bartimaeus
kembali ke Other Place, padahal seharusnya ia menyuruh jin itu memberi informasi
yang ditemukannya. Tindakan John ini mengundang kecaman dari berbagai pihak,
termasuk Devereux sendiri. Dari orang yang dipuja, posisi John jadi turun dan
terancam dipecat dari jabatannya. Lalu Mrs Lutyens yang
dulu dipujanya hanya menanggapinya dingin setelah mereka tidak bertemu selama bertahun-tahun.John yang stress menjadi semakin marah setelah
tak sengaja tahu sebenarnya Kitty Jones masih hidup, yang berarti selama ini Bartimaeus membohonginya.
Demi menyelamatkan karirnya John memerintahkan Bartimaeus dan jin-jin lainnya
menangkap Hopkins, sementara ia sendiri mendatangi Kitty di tempat kerjanya.
Bartimaeus dan jin lainnya berhasil menemukan Hopkins, namun Bartimaeus merasa
ada keanehan pada pria itu sampai ia sadar bahwa Faquarl yang berada dalam tubuh
Hopkins. Semua temannya tewas, Bartimaeus yang tubuhnya lemah tidak bisa melawan
Faquarl, harus pasrah dikurung kenalan lamanya itu.
John yang berhasil menemukan Kitty membawa gadis itu untuk ditanyai, namun
mereka berdua dicegat Quentin Makepeace yang memaksa John datang ke
pertunjukannya sambil membawa serta Kitty. Terpaksa John membawa gadis itu
menemaninya menonton pertunjukan Quentin. Di tengah pertunjukan, muncul para
demon yang melumpuhkan semua tamu termasuk perdana menteri dan anak buahnya.
Para penyihir tidak berdaya karena jin peliharaan mereka sebelumnya disuruh
keluar saat pertunjukan baru mulai. John sendiri nyawanya terancam oleh pisau
Quentin yang berada di bawah lehernya. Akhirnya John tahu siapa pengkhianat di
kalangan kementerian yang selama ini dicarinya. Dia juga bertemu lagi pembunuh
bayaran yang sebelumnya dua kali berurusan dengannya. John dan Kitty dibawa ke
tempat Quentin dan teman-temannya. Rencana Quentin adalah memanggil mahluk dari
Other Place untuk masuk ke dalam tubuhnya. Mereka yakin ini bisa karena melihat
Hopkins bisa mengendalikan Faquarl dalam tubuhnya. Mereka tidak tahu bahwa yang
sebenarnya terjadi adalah Faquarl mengendalikan Hopkins. Benar saja, setelah
melakukan pemanggilan, alih-alih menguasai mahluk tersebut malah diri mereka
yang dikendalikan
mahluk Other Place yang dipimpin Nouda. Nouda yang menguasai tubuh Quentin
menyuruh para penyihir memilih antara merelakan tubuh dikuasai mahluk Other
Place atau dibunuh.
John dan Kitty dalam keadaan bahaya. Meskipun Nouda berjanji pada Bartimaeus
untuk tidak membunuh keduanya, namun John tetap akan dijadikan induk semang
mahluk Other Place. Bartimaeus sendiri pergi meninggalkan mereka kembali ke
alamnya. Hanya ada dua cara untuk menyelesaikan masalah tersebut, yaitu
mengambil
tongkat Gladstone yang disimpan di tempat khusus dan pergi ke Other Place
menyusul Bartimaeus...
Personal comment : Yang menarik dalam buku terakhir ini adalah cerita masa lalu
Bartimaeus dengan Ptolemy, majikan yang paling disayang oleh jin tersebut.
Ptolemy mengubah pandangan Bartimaeus mengenai hubungan manusia dan demon,
sayang majikannya itu tewas tragis dalam usia sangat muda. Setelah tahu masa
lalu mereka berdua, pembaca akan mengerti makna di balik semua tindakan
Bartimaeus kepada John dan Kitty.
Personally, saya bingung apakah ending buku ini tergolong happy atau sad.
Semuanya kembali ke cara pandang dan definisi pembaca mengenai ending sebuah
buku. Saya puas dengan ending trilogi ini. Mr Stroud mengakhiri ceritanya dengan
ending yang membuat saya terharu dan akan selalu terkenang cerita ini. Hal yang
paling menyentuh hati adalah John Mandrake yang dingin dan tak berperasaan
akhirnya kembali ke pribadinya yang dulu, yaitu Nathaniel yang baik dan lembut
hati..
Written by Ryuu Nagareboshi
The Bartimaeus Trilogy © Jonathan Stroud / Miramax